Landasan Teori Sistem Sebagai Pilihan Publik


Tetu saja, hari ini saya tidak akan membahas sembilan Model Analisa Kebijakan yang ada, seperti Institusional, Proses, Group, Elite, Rasional, Incremental, Game Theory, dan sebagainya, Namun saya akan mencoba sedikit membahas secara kilas tentang landasan teori sistem sebagai pilihan publik.

Prinsip dasar teori sistem cukup sederhana, yaitu masyarakat saling tergantung satu sama lain sama seperti organisme dalam biologi. Kelangsungan suatu sistem tergantung dari pertukaran input dan output dengan lingkungannya. Setiap sistem terbagi dalam sejumlah variabel subsistem, dimana tiap subsistem terdiri dari tatanan subsistem yang lebih kecil. Teori Sistem dalam ilmu politik dikembangkan oleh politisi David Easton pada tahun 1953, dengan penyederhaan model sebagai berikut: Model adalah rancangan struktur dalam bentuk kecil yang dapat diperbanyak dan dikembangkan yang merupakan penyederhanaan suatu sistem, Modelseringkali dipergunakan untuk mempelajari sistem. Input atau masukan adalah kekuatan yang diperoleh dari lingkungan yang mempengaruhi sistem politik.

Environment adalah semua kondisi atau keadaan yang dianggap sebagai eksternalitas terhadap lingkup sistem politik. Sistem politik adalah kelompok dari struktur dan proses yang saling berkaitan yang mempunyai kewenangan dalam mengalokasikan nilai-nilai untuk suatu kelompok masyarakat. Output atau keluaran adalah alokasi nilai yang otoritatif dari suatu sistem, yang merupakan kebijakan publik. Teori Sistem ini menggambarkan kebijakan publik sebagai suatu output dari sistem politik. Konsep Sistem di sini menunjukkan adanya serangkaian institusi dan aktivitas dalam masyarakat yang dapat diidentifikasi yang berfungsi mentransformasi demand kedalam keputusan otoritatif yang memerlukan support dari keseluruhan masyarakat.

Konsep sistem juga menunjukkan bahwa elemen dalam sistem saling terkait, bahwa sistem dapat merespon terhadap kekuatan didalam lingkungannya untuk menjaga keberlangsungan sistem itu sendiri. Permintaan terjadi manakala individu atau kelompok merespon terhadap kondisi lingkungan yang nyata atau dianggap nyata, untuk mempengaruhi kebijakan publik. Dukungan (support) ada manakala individual atau kelompok menerima outcome dari pemilihan, menaati hukum, membayar pajak, dan secara umum setuju terhadap keputusan politik. Jadi sistem akan bisa berlangsung terus manakala ia: menghasilkan output yang memuaskan, berakar dalam terhadap sistem itu sendiri, menggunakan atau mengancam untuk menggunakan kekuatannya terhadap masyarakat.

Nilai dari Model untuk analisa kebijakan terletak pada pertanyaan seperti, Apa dimensi signifikan dari lingkungan yang menghasilkan permintaan terhadap suatu sistem politik? Apa karakteristik signifikan dari sistem politik yang membuatnya mampu mentransformasi permintaan kedalam kebijakan publik dan mempertahankan keberlangsungannya dari waktu ke waktu? Bagaimana input dari lingkungan mempengaruhi karakter suatu sistem politik? Bagaimana karakteristik sistem politik mempengaruhi isi kebijakan publik? Bagaimana input lingkungan mempengaruhi isi kebijakan publik? Bagaimana kebijakan publik mempengaruhi lingkungan dan karakter dari sistem politik melalui umpan balik?

About these ads

Satu Tanggapan

  1. […] Landasan Teori Sistem Sebagai Pilihan Publik […]

Menurut Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: