“Green School” Terbaik di Dunia

22 Mei 2012 - Leave a Response

Sekolah bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi sekolah adalah deskripsi atas realitas. Proses pendidikan di sekolah harus benar-benar mampu mengantarkan seseorang dalam menemukan jawaban-jawaban dari setiap persoalan yang mereka hadapi.

Lingkungan belajar di sekolah secara tidak langsung telah ikut mempengaruhi pola pikir dan proses pendidikan di sekolah.Berikut adalah 14 sekolah berkelanjutan yang memiliki fasilitas hijau yang menakjubkan.

Green School, Bali, Indonesia

Green School adalah salah satu sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bambu yang ramah lingkungan. Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah. Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi. Ditambah lagi arena olahraga, laboratorium, dan perpustakaan. Baca entri selengkapnya »

Lady Gaga Menambah Daftar Baru Pada Mata Kuliah Terunik

21 Mei 2012 - Leave a Response

Kurikulum bukan suatu hal yang bersifat ajeg, namun ia akan terus berubah sesuai perkembangan manusia itu sendiri. Begitupun dengan rangkaian mata kuliah yang dirumuskan pada jenjang pendidikan tinggi, ia harus mampu beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya yang mengacu pada norma, kaidah ilmiah, maupun kaidah sosial yang disepakati oleh masyarakat tertentu..

Meskipun demikian, rangkaian mata kuliah dibuat paling tidak ada dua kepentingan yang hendak diraih. Pertama, untuk kepentingan pengembangan ilmu sebagai khazanah intelektual dalam entitas kehidupan manusia. Kedua, untuk kepentingan pengembangan potensi sumberdaya manusia agar memiliki keahlian tertentu termasuk minat dan kemampuan mahasiswa.

Rangkaian mata kuliah terdiri dari berbagai nama matakuliah yang tentu saja tidak hanya identik dengan penamaan atau bagian dari disiplin ilmu atau bidang kajian, Namun boleh jadi penamaan matakuliah juga berkenaan dengan kaidah atau keterampilan yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan terentu. Baca entri selengkapnya »

“The Illusion of Choice” ? Lihat & Lanjutkan Karyamu !

19 Mei 2012 - Leave a Response

Kompetisi menjadi kata yang memiliki dampak berbeda pada setiap orang. Dalam dunia bisnis di era modern, kompetisi adalah suatu kenyataan yang mengharuskan setiap orang berada dalam wilayah yang siap untuk hidup di tengah realitas, realitas itu bergerak dan menggeser kita pada pilihan-pilhan yang menentukan.

“The Illusion of Choice” (Ilusi Pilihan) adalah suatu nama yang disebut-sebut sebagai siapa pemilik produk terbanyak yang berkembang di setiap negara hingga saat ini. Fenomena ini menggambarkan bahwa sebagian besar produk yang beredar di masyarakat dunia saat ini hanya dikontrol oleh segelintir perusahaan. Wacana ini juga muncul di Reddit.com, Rabu (25/4), dan telah mendapat ribuan  sikap dan komentar dari banyak orang di berbagai negara.

Berikut ini adalah 10 perusahaan yang cukup mendominasi hampir semua produk yang biasa kita konsumsi. Baca entri selengkapnya »

Sekolah Monyet Dilirik Oleh Guru dan Politisi

25 April 2012 - Leave a Response

Thailand bukan hanya negara penghasil perkebunan kelapa terbesar di dunia. tetapi ia mampu memberdayakan para monyet menjadi tenaga kerja yang cukup pandai dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun kelapa mereka. Para monyet tersebut tidak menjadi tenaga kerja begitu saja, namun para moonyet didik di sekolah atau mendapat pelatihannya dari sebuah akademi pelatihan monyet yang kini dikenal dengan nama “Samporn Monkey Training College”.

Samporn Monkey Training College didirikan oleh Mr. Somporn pada tahun 1957. sekolah ini adalah sebuah akademi yang sengaja diciptakan untuk melatih monyet agar dapat menyerap ilmu pelajaran dengan baik dalam suasana sekolah yang sangat nyaman dan dibuat mirip dengan tempat habitat alami para monyet berada.

Sistem pendidikan yang diterapkan di dalam sekolah ini menggunakan proses belajar mengajar dengan melakukan leaning by experience. Yaitu memulai belajar itu dari proses yang mudah lebih dahulu, baru setelah itu menuju yang semakin sulit. Baca entri selengkapnya »

Anton Backpacker: Tidak Ada Manusia yang Jahat Di Dunia Ini

14 Maret 2012 - Leave a Response

Bagi para backpacker yang hobi berkeliling dunia, nama Anton Krotov telah sangat familiar didengar oleh telinga mereka. Anton Krotov dinobatkan sebagai pelopor metode berkeliling dunia dengan cara ekstrem tanpa membawa uang saku yang biasa orang bawa untuk memenuhi semua keperluannya.

Anton memulai hobi berkelana ekstrem pada 1991 ketika berusia 15 tahun. Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa dia menyisir daratan Uni Soviet yang luasnya 2/3 seluruh daratan bumi. Padahal luas resmi negara yang kini bernama Rusia itu tercatat 17.075.400 kilometer persegi atau sembilan kali luas Indonesia. Ketika itu, dia hanya membawa satu koin 60 sen dan menjelajahi bekunya suhu Rusia selama dua bulan.

Perjalanan ditempuhnya dengan cara menumpang semua jenis moda transportasi, mulai mobil pribadi, truk barang, sampai helikopter. Hingga akhirnya dia berhasil menaklukkan 86 di antara total 89 provinsi di Rusia yang dia nilai provinsi tersbut sebagai medan terberat di muka bumi yang membuat dirinya ketagihan. Baca entri selengkapnya »

Andai Aku Menjadi Pencipta Logo Terbaik

27 Februari 2012 - Leave a Response

Logo yang diciptakan oleh individu atau organisasi disebut juga sebagai visual identity yang menjadi jendela untuk masuk ke dalam persepsi khalayak. Visual identity ini yang kemudian akan memberi makna universal melintasi batas geografis dan budaya. Logo menjadi suatu bagian identitas penting dari suatu organisasi yang bersifat fisik. Jadi, Logo diciptakan bukan hanya sekedar imajinasi, tetapi penciptaan logo harus disertai oleh karakter suatu organisasi yang memiliki beberapa prinsip.

Pertama, Research. Seorang pencipta logo harus mampu melakukan riset yang melibatkan riset internal maupun eksternal. Dalam riset internal digali suatu identity, mulai dari aspek historis, visi, misi, filosofi, strategi, sampai budaya organisasiya. Selain itu, seorang pencipta logo juga harus mampu mengetahui beberapa hal, seperti nama organisasi, bidang garapan, slogan organisasi, dan interview dengan pendiri atau pengelola organisasi terkait keinginan mereka dari berbagai sisi. Baca entri selengkapnya »

Hotel Sampah Pertama di Dunia

17 Februari 2012 - Leave a Response

Kesadaran soal banyaknya sampah-sampah yang terbawa ke pantai setiap harinya telah menjadikan awal karya H.A. Schult, desainer Tentara Sampah, bersama tim nya untuk membuat sebuah hotel dari sampah-sampah, yang kemudian diberi nama Save The Beach, artinya Selamatkan Pantai Kita.

Sebanyak 13 ton sampah yang terkumpul dari pantai-pantai di Eropa menjadi bahan dasar dalam membangun hotel tersebut. Hotel ini adalah hotel sampah pertama di dunia dan sudah menerima support dari beberapa selebriti terkenal seperti Helena Christensen dan selebriti lainnya yang menyempatkan waktu luangnya untuk menginap di hotel tersebut.

Seperti apa yang dikutip oleh Spotcoolstuff, Sabtu (28/1/2012), Hotel Save The Beach ini memiliki dua tingkat dan lima buah kamar. Mainan tua, bungkus plastik, kotak kosong, baju bekas, kaleng rombeng, dan ban-ban tua yang sengaja sudah dibersihkan dan bebas dari kuman serta tidak bau busuk, seperti sampah pada umumnya. Baca entri selengkapnya »

Menengok Kembali Bandung Barat?

25 Januari 2012 - Satu Tanggapan

Selepas melakukan beberapa aktivitas penat di Jakarta dan Bekasi, saya beranjak ke tanah kelahiran, Sabtu (21/1), untuk sekedar liburan. Selama beberapa hari di rumah, Cidadap, Bandung Barat,  saya melihat banyak perkembangan di daerah Bandung Barat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga beberapa permasalahan sosial yang saya temui di beberapa wilayah Bandung Barat. Hal tersebut, membuat saya tertarik untuk mengamati beberapa hal terutama soal desentralisasi, yang akhirnya saya ekspresikan melalui tulisan ini.

Sepintas Cermin desentralisasi

Munculnya kritikan terhadap penyeragaman bentuk desa model jawa, serta munculnya tuntutan dari masyarakat untuk menjadikan masyarakat lokal yang berdaulat secara politik, berdaya secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya, telah menjadikan isu otonomi desa sebagai isu penting dalam agenda dan kebijakan sistem pemerintahan di Indonesia, khususnya sistem pemerintah Bandung Barat. Yakni, Bandung Barat sebagai daerah otonomi tingkat III, sebuah unit pemerintan lokal yang otonom sesuai dengan prinsip desentralisasi (desa otonom). Baca entri selengkapnya »

Segera Akhiri, Ortu dukung Anak Jadi Pengemis!

24 Januari 2012 - Satu Tanggapan

Fenomena pengemis dari kalangan anak telah menjadi sosok yang akrab di mata kita, mulai dari perempatan jalan, angkutan, hingga depan pertokoan. Anak-anak yang seharusnya sekolah dan memiliki segudang cita-cita untuk masa depannya, mereka malah berkeliaran di jalanan dan mengharap belas kasihan orang lain. Akibatnya, pengetahuan anak yang seharusnya berkembang untuk modal masa depan anak menjadi sesuatu yang sulit ditemui. Fenomena ini sama sekali bukan karena keinginan atau pengaruh dari pergaulan antar sejawat anak, namun lebih disebabkan oleh orang tua mereka sendiri yang menganjurkan mereka agar menjadi pengemis.

Begitupun yang dialami oleh salah seorang anak usia 9 tahun yang saya temui, Senin (23/1) di depan Borma. Dia hanya duduk dibangku sekolah hingga kelas 2 SD dan akhirnya berhenti atas anjuran neneknya. “ayeuna teu sakola, baheula pernah sakola sampe kelas 2, tapi dipiwarang kaluar ku si nenek” (sekarang tidak sekolah, dulu pernah sekolah hingga kelas 2, tapi di suruh keluar sekolah oleh si nenek), kata “t” (9) yang mencoba mengungkapkan alasannya untuk memilih tidak sekolah. Baca entri selengkapnya »

Imlek, Karya Masyarakat Agraris?!

23 Januari 2012 - Satu Tanggapan

Ribuan tahun sebelum masehi, sebuah peradaban muncul di daratan China, mereka bertahan hidup dengan cara bertani. Kondisi ini lebih banyak dipengaruhi oleh spirit zaman yang terbentuk pada saat itu, didukung oleh letak geografis China yang cocok untuk masyarakat agraris. Sebuah masyarakat agraris dengan cara kerja yang sangat sederhana, yang sejatinya selalu bergantung pada kondisi alam khususnya pergantian kondisi iklim atau musim yang terjadi.

Sebagaimana di beberapa tempat asia lainnya, Pergantian musim telah ikut mempengaruhi aktivitas warga China untuk bertahan hidup. Musim gugur bagi warga China adalah musim yang paling tidak produktif, karena pada musim gugur mereka tidak dapat bercocok tanam sehingga mereka tidak mampu mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baca entri selengkapnya »